BATIK
Gambar: Batik Tulis
Secara bahasa, batik berasal dari kata mbat yang berarti melempar berkali-kali dan tik yang berarti titik. Secara istilah, seni batik adalah teknik menggambar di atas kain dengan memanfaatkan lilin dan canting sebagai alat dan bahan pembuatannya.
Kesenian batik paling tua ditemukan di abad ke-17 masehi dan 18 masehi pada masa kerajaan Majapahit. Saat itu batik hanya digunakan oleh orang-orang keraton dan pengikutnya. Namun, lambat lain seni batik juga disebarkan di luar keraton dan menjadi pakaian yang juga dikenakan oleh masyarakat umum.
Jenis Seni Batik
1. Batik tulis: pembuatannya dilakukan secara manual menggunakan tangan dengan bantuan canting. Batik tulis memiliki harga jual yang cukup mahal. Sangat unik dan tidak mungkin sama antar satu dengan yang lainnya. Prosesnya dimulai dengan menyiapkan kain, kemudian membentuk pola di atasnya. Setelah selesai, proses membatik dilakukan dengan menggunakan lilin yang sudah dicairkan. Dibutuhkan konsentrasi tinggi dan kesabaran agar hasilnya maksimal.
2. Batik cap: Proses pembuatannya menggunakan stempel atau cap dengan motif batik tertentu sebagai pengganti dari canting. Biasanya terbuat dari bahan tembaga yang membantu para pengrajin batik mampu menyelesaikan pembuatan nya dengan lebih cepat. Mulai dengan mencelupkan stempel dengan pewarna, kemudian menempelkannya pada kain. Motif satu dengan yang lain serupa. Hargany cukup terjangkau.
3. Batik Printing: Proses pembuatannya menggunakan alat sablon (offset). Dibandingkan dengan batik-batik lainnya, batik printing memiliki proses yang paling singkat.
4. Kombinasi Batik Tulis dan Batik Cap: Tujuan pembuatan batik ini adalah menutupi kekurangan yang dihasilkan oleh batik cap, sehingga batik yang dihasilkan lebih berkelas. Proses pembuatannya cukup panjang dan rumit. Harga batik ini tidak jauh berbeda dengan harga batik cap.
Terdapat banyak jenis batik, namun UNESCO mengakui 2 jenis batik yang merupakan warisan budaya khas Bangsa Indonesia, yaitu batik tulis dan batik cap. Hal ini dapat dilhat dari segi teknik yang menggunakan penutup kain malam, hanya digunakan di indonesia. Lalu bagaimana dengan Shibori? Apakah khas Indonesia?
Gambar: Batik Shibori
Shibori adalah sebuah teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan ikatan dan celupan untuk menentukan motif pada kain yang populer di Jepang dan telah digunakan sejak zaman kekaisaran Jepang beberapa ratus tahun yang lalu. Untuk menghasilkan shibori diperlukan beberapa teknik yang perlu dipelajari yaitu melipat, melilit, mengikat dan menjahit, selain mempelajari teknik-teknik yang disebutkan tadi hal yang perlu dipahami adalah tentang bagian ‘dilindungi’ yang artinya adalah bagaimana membuat suatu bagian kain agar tidak terkena resapan warna dengan cara menggunakan teknik-teknik yang sudah disebutkan sebelumnya.
Ciri khas dari shibori yaitu hanya menggunakan satu warna yaitu warna biru dan warna ini didapatkan dari tanaman indigo namun juga bisa dari bahan sintetis seperti dari wantek yang banyak dijual di pasaran.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
1. Kain putih polos berbahan alami seperti katun, sutra, katun primisima, blaco dan paris
2. Tanaman indigo atau kamu dapat menggantinya dengan pewarna sintetis yang mudah didapatkan seperti wantek berwarna biru tua.
3. Sarung tangan latex
4. Ember plastik.
5. Garam dan cuka
6. Kompor dan panci
7. Alat untuk mengaduk berukuran besar
8. Jarum, benang, koin dll
9. Pipa atau kayu berbentuk silinder
10. Dua buah balok kayu
11. Sumpit
Setelah mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang tertera di atas dan melanjutkan ke tahap pembuatan alangkah baiknya jika kamu mempelajari enam teknik shibori terlebih dahulu untuk menentukan motif apa yang kamu ingin hasilkan dan keenam tahap itu meliputi:
1. Kanoko Shibori
Teknik ini seperti teknik batik ikat, yaitu dengan mencubit bagian yang kamu inginkan lalu lilitkan benang di sekujur bagian kain yang kamu cubit dan hasil dari teknik ini akan berbentuk lingkaran, kamu bisa juga menambahkan koin di dalam cubitan kain agar lingkaran yang dihasilkan menjadi presisi.
2. Miura Shibori
Untuk menghasilkan miura shibori dapat dilakukan dengan cara yaitu cara mudah dan sulit untuk cara mudah kamu dapat melakukannya dengan mengikat karet atau benang pada kain dengan kuat dan cara yang sulit dapat dilakukan dengan jahitan jelujur yang melintang di kain yang dikencangkan, keduanya akan menghasilkan motif garis namun cara yang dilakukan dengan menjahit menghasilkan motif yang lebih berkarakter dibanding dengan cara diikat.
3. Arashi Shibori
Arashi diambil dari bahasa jepang yang berarti badai dan hal itu menggambarkan motif arashi shibori yang seperti badai dan dapat dihasilkan dengan cara melilitkan kain pada pipa atau bahan berbentuk silinder lalu rapatkan seluruh bagian kain pada satu sisi pipa dan selanjutnya lilitkan benang disekujur kain yang telah dirapatkan.
4. Itajime Shibori
Hal yang pertama yang harus dilakukan untuk membuat teknik ini adalah dengan cara melipat kain secara berulang hingga membentuk sebuah tumpukan berbentuk persegi lalu gunakan dua buah balok untuk menjepit kain secara melintang dan jang lupa ikat dua sisi kain secara kuat.
5. Kumo Shibori
Untuk menghasilkan kumo shibori kamu perlu memasukan sumpit ke dalam kain sebagai cetakan lalu lilit sumpit tersebut dengan benang secara rapat dari atas ke bawah dan panjang lilitan ini yang kamu buat akan menentukan seberapa besar ukuran motif yang akan dihasilkan, jika sudah terikat kamu bisa melepaskan sumpit dari kain.
6. Nui Shibori
Teknik ini adalah teknik yang paling sulit dari ke enam teknik yang ada karena ditentukan dengan kemahiran menjahit namun pola yang dihasilkan dapat dibentuk sedemikian rupa dengan cara menjahit bentuk yang kita inginkan pada kain.
Setelah mempelajari enam teknik yang sudah disebutkan dan memilih teknik mana yang akan kamu pilih selanjutnya kamu dapat langsung melakukan praktek.
Cara Pembuatan
1. Pastikan kain dalam keadaan bersih
2. Rebus air pada panci hingga mendidih
3. Pindahkan air yang mendidih ke dalam ember dan campur dengan tanaman indigo atau wantek lalu tambahkan dua sendok garam dan cuka satu sendok sebagai penguat warna
4. celupkan kain yang sudah dibentuk dengan salah satu teknik shibori ke dalam ember lalu aduk selama 30 menit (lakukan beberapa kali untuk mendapatkan warna maksimal)
5. Setelah proses pewarnaan selesai angkat kain lalu bilas dengan air dingin sampai tidak ada lagi sisa warna yang menetes.
6. Lepas ikatan kain lalu jemur di bawah terik matahari
7. Kain shibori kamu sudah bisa dipakai.
Aplikasi Shibori pada Karya Kerajinan
Berikut saya lampirkan contoh karya kerajinan dengan menggunakan motif Shibori.
1. Cardigan dengan motif Shibori