Rabu, 23 Februari 2022

Menjadi Peserta dan Menjadi Fasilitator

       


      Masih teringat jelas moment itu, iya itu terjadi pada tahun 2014, ketika saya baru  saja melahirkan, saya  mendapat surat tugas untuk menjadi peserta implementasi K13  selama 4 hari disebuah hotel. Alhamdulillah dukungan keluarga sangat besar, saya mengambil satu kamar lagi karena anak dan suami saya harus ikut (karena saya ingin anak saya full ASI selama 6 Bulan) dan suami mengambil cuti tahunannya untuk membantu merawat anak saya ketika saya harus mengikuti rangkaian Workshopnya. 


        Pada workshop tersebut, saya berperan sebagai peserta yang nantinya akan menjadi instruktur tingkat kabupaten pada jenjang SMK Swasta. Selesainya kegiatan tersebut, kami melaju pada proses pendampingan Guru Sasaran yg berada di seluruh SMK Swasta yang belum menjalankan K13. Fasilitator sangat berperan pada kegiatan tersebut guna mendampingi, memfasilitasi, memotivasi, membantu dan mengarahkan kami memperdalam materi K13. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memastikan ketercapaian tujuan baik dalam perubahan kurikulum KTSP menjadi  K13, yang saat itu masih dalam proses penyempurnaan. 


        Peserta dalam forum tersebut sangat aktif berkomunikasi, berdiskusi, berkolaborasi, presentasi, dan aktif, cakap dalam membuat media pembelajaran.Semua peserta mendapat kesempatan yang sama dalam menyampaikan pendapat, bergilir dalam presentasi kelompok sesuai bidang studinya masing-masing. Semua peserta ini nantinya akan menjadi pendamping guru sasaran, untuk itu setiap peserta sadar akan peran pentingnya nanti saat mendampingi guru sasaran dalam menerapkan K13. Konsep kuat inilah yang mendasari keaktifan semua peserta agar mereka selalu dapat memberikan pendampingan yang tepat nantinya/ agar tujuan dari kegiatan tersebut benar-benar terealisasikan. 


        Tantangan pertama dalam menjadi fasilitator saat itu adalah zona yang pelosok, kedua guru sasaran yang mengajar bukan bidang keahliannya, ketiga sekolah yang terlalu introvert dengan visi-misinya). Untuk zona yang pelosok, saya menganggap saya sedang mengenal alam sekitar,  keragaman budaya dan kuliner Indonesia, jadi tetap semangat dan rileks saja. Untuk kendala lainnya telah diupayakan untuk pendampingan secara Individu dan forum diskusi dengan pihak sekolah setelah pendampingan secara individu.